Belajar dari Kucing September 22, 2009
Posted by yunita01 in SimplyMe.4 comments
Sepertinya sudah lebih 2 hari suara mengeong itu terdengar dari atas loteng rumah kmi. Dugaan awal, seekor anak kucing yg baru lahir kemungkinan ditinggalkan oleh ibuny entah kemana. Ibuku sampe ngomel-ngomel sendiri, kenapa induk kucing itu bisa sebodoh itu ninggalin anaknya. Dan kami juga tidak bisa berbuat apa-apa, berhubung di rumah lagi ga ada pria yang bisa manjat ke loteng utk menurunkan kucing malang itu. Jadilah kami pura-pura cuek aja dgn suara mengeong yg semakin sering terdengar memilukan itu.
Nanti ketika suamiku kembali dari Makassar, secepatnya beliau kami serahi misi khusus untuk menurunkan kucing kecil itu dari loteng. Ternyata sodara2, misi ini tidak semudah yg kami bayangkan, bahkan hampir menjadi mission impossible. Kucing kecil yg malang itu ternyata terjepit disela-sela tripleks dinding rumah yg tidak bisa dijangkau tangan, bahkan kucing itu sendiri tidak kelihatan karena terhalang balok rangka rumah.
Singkat cerita, butuh effort yg cukup heboh pagi itu untuk mengeluarkannya. Plafon dan dinding rumah mengalami kerusakan yg cukup serius (exaggerating
). But nway, mission completed and the operation succeded. Kucing kecil berhasil diselamatkan. Alhamdulillah..thanks to my hubby, my hero
Kucing itu tampak sehat, tidak terluka, dan cantik pula. Hanya depresi berat sepertinya, bayangkan saja, 2 hari 2 malam dengan posisi terjepit seperti itu, untung saja di masih hidup. Ibuku langsung membuatkannya susu dan dia minum dengan lahap.
Setelah itu ibu menaruhnya di dalam karton di luar rumah supaya dia (akhirnya) bs melihat matahari..lalu, tahukah sobat apa yg terjadi kemudian?
Tidak lama setelah berada di luar, seekor kucing besar datang -ibunya pasti- menjilati, lalu membawa pergi anaknya..persis seperti manusia yang sangat rindu dan baru bertemu dengan orang yang sangat dicintainya setelah sekian lama…..speechless, it’s soo touchy…
SubhanAllah..sungguh pemandangan yg mengharukan..
Segala puji bagi Allah yang menurunkan rasa kasih sayang itu ke dalam makhluknya, bahkan kepada binatang sekalipun..maaf ibunya kucing, kami sempat berprasangka buruk padamu..
Lalu, mungkinkah manusia yang tega membuang dan membunuh anaknya sendiri itu ternyata lebih rendah dari binatang? Wallahu a’lam.. Rabb, ampuni kami..jadikan kami orang-orang yang mampu menjaga amanahmu..amiin..
XOXO,
Nuni
http://newni.wordpress.com
[introvert] September 18, 2009
Posted by yunita01 in SimplyMe.add a comment
..Tapi aku menyimpannya untuk diriku sendiri..
Mungkin karena di tempat di mana semua orang (merasa) mengetahui cerita hidupku, rasanya menyenangkan ketika tahu ada satu bab yang hanya dibaca olehku sendiri..
Nuni…i’m introvert, and I’d like to stay that way..
[sekali lagi] tentang FB September 16, 2009
Posted by yunita01 in SimplyMe.add a comment
Belakangan ini saya perhatikan ada yang lucu di fesbuk (selain status dan komen2 yang aneh nyeleneh dan ga penting lainnya
).
Begini, beberapa kali saya mengisi status dan selalu saja komen yang muncul ga nyambung sama sekali. Misalny status saya tentang cinta yang sederhana, hampir 30 komen isinya malah tentang perjodohan si X dengan Y dan Z. Itu masih close lah.. Yg teranyar, status tentang suasana hati saya, komennya malah resep sambel kacang dan salad buah..xixixi
Masih banyak contoh yang lain, dan saya perhatikan status teman2 juga malah ada yang lebih parah
. Ini pelajaran mungkin, supaya klo menulis status itu jangan yang abstrak2, yang hanya kita yg ngerti..wajarlah klo org lain ga nyambung. Mungkin ini mengajarkan kita utk menulis status ‘as is’ aja, biar seluruh dunia tau kita lagi ngapain, tapi tanpa harus meninggalkan jejak kenarsisan…nah lho..gimana caranya tuh?
Tapi saya pribadi melihat ada pelajaran lain disitu. Pelajaran bahwa:
“Masalah tidak selesai dengan hanya menuliskannya di status FB” (Nuni,2009).
Ini sama sekali bukan berarti saya menyalahkan status2 “bermasalah” itu. Lagian pertanyaan di box itu kan “What’s on your mind?”, “Apa yang Anda pikirkan?”. Ya sah-sah saja klo kita sedang memikirkan suatu masalah. Sudah bener donk jawabannya
Hanya saja, kita atau saya pribadi barangkali, tidak bisa berharap menemukan solusinya disitu. Sukur2 klo ada yang komen, dan kalaupun ada, ya itu tadi, Jaka Sembung pake songkok (kata temen saya)
Tapi lucunya, kita enjoy aja tuh…setidak-nyambung bagaimanapun komennya, sudah cukup membahagiakan. Kita malah membalas dengan komen yang lebih tidak nyambung lagi
.
So kesimpulannya, mungkin inilah salah satu sifat asli manusia. Sebenarnya kita hanya ingin didengar dan diperhatikan saja. Sebenarnya kita tidak terlalu butuh solusi, karena (barangkali) sebenarnya kita sendiri sudah tau solusinya. Dan inilah mungkin yang menjadikan FB candu bahkan menjadi kebutuhan, karena seperti hasrat manusia lainnya, butuh untuk disalurkan.
Entahlah, ini based on my own private experience aja…mungkin teman2 ada pengalaman lain? Let’s share!
XOXO,
Nuni
More to find on http://newni.wordpress.com
Ordinary people.. September 1, 2009
Posted by yunita01 in SimplyMe.add a comment
There are moments in my life I wanted an extraordinary things would happened.
There are times I would expect a miracle would emerged.
But in fact, it’s countless of times I had to realize that I’m not that extraordinary.
Miracle don’t happen to a person like me. Many times are so disenchanted.
Sometimes, things are just too good to be true..just like now…
I’m just tired and disappointed…
What good about it (or not?) is that again I realize that I’m weak…
I’m not as strong as I think I am…I’m not a superhuman…
I can and do cry…
And perhaps, this is the lesson behind that.
HE wanted me to ‘come down’ and remind me of HIS power…
HE wanted me to realize that I shouldn’t have to be too arrogant…
Yes, I’ve learned the lesson in a hard way…and I think I deserved it.
Maybe, all that miracles, all that extraordinary things that are too good to be true, already happening but I just couldn’t see it..
Why? Because, I’m just an ordinary people…
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang Engkau dustakan?
[Nuni - disenchanted...]
Ramadhan Kali Ini.. August 27, 2009
Posted by yunita01 in SimplyMe.add a comment
Lots of changes..
Sepertinya itu kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan pertemuan dengan Ramadhan kali ini. Not only changes actually, but BIG changes. Bertemu dan berkenalan dengan teman-teman baru, beragam aktivitas sekaligus tantangan baru, suasana baru, dan tentu saja, status dan keluarga kecil baru
. It’s amazing how faith brought us this far…begitulah Allah merencanakan dan mengatur semuanya, yang tidak pernah sedetikpun saya ragu, kalau semua adalah pada saat yang tepat. Memang sudah waktunya..alhamdulillah, terima kasih ya Rabbi atas segala nikmatMu..
Yeap, this is life my friend..the only thing that remain constant is changes. Dan sebuah perubahan besar dalam diri seseorang semestinya bisa menemukan momentumnya di setiap kali Ramadhan. Puasa, menahan hawa nafsu, tilawah, tarawih, qiyamul lail, dan ibadah-ibadah lain yang lebih dari bulan-bulan sebelumnya, semestinya cukup mentarbiyah dan memacu kita menjadi manusia yang lebih sabar, pemurah, berkasih sayang, ramah, bijak dalam bersikap, disiplin, kuat, sehat dan banyak perubahan2 baik lainnya. Sungguh, Allah Maha Tahu kenapa bulan Ramadhan itu diciptakanNya begitu istimewa…mestinya tidak untuk sesuatu yang sia-sia…
Ok mi syekh..now let’s go back to ‘earth’.. :D
Lebih kurang 6 bulan setelah menikah dan menempati rumah kontrakan sendiri bersama suami tercinta (sok pengen mandiri dan lepas dari ortu
), akhirnya benteng pertahanan itu runtuh juga. Alhamdulillah, sebelum Ramadhan kami kembali hijrah ke rumah ibu, and it’s a good idea actually. Ternyata punya rumah sendiri itu merepotkan juga, ternyata menjadi ‘real wife’ (baca: ibu-ibu) itu susah, sodara2..and I think I’ve learnt enough lessons
. Setelah kembali ke rumah ibu dan mulai memasuki bulan Ramadhan, saya kemudian bisa membayangkan betapa akan lelah dan repotnya saya jika masih tetap tinggal di rumah kontrakan itu. All I can say is, my mom is the best in the world!. Bersyukurlah wahai kalian yang masih punya orangtua dan tinggal bersama mereka..perhatikan betapa tulusnya mereka mencintai kalian..lalu, dengan apa bisa kau balas semua cinta dan kebaikan itu?
Hmm..cerita apa lagi ya..oiya, sedikit intermezzo..kejadian lucu di malam pertama tarwih kemaren. Ada seorang nenek tua, yang mungkin karena saking semangatnya ikut tarwih, beliau memakai mukena nya (yang masih tampak baru) dgn terbalik! Ibu disebelahnya kemudian berbaik hati memakaikan kembali dan merapikan untuk nya. Sementara jamaah yang lain tidak bisa menahan tawa dan sibuk mengomentari, si nenek cuma tersenyum-senyum simpul…
Ok, that’s all for now…sori klo isinya ngawur n ga terstruktur, hanya ingin mengisi kekosongan ide beberapa minggu belakangan ini…takut nanti keterusan ga nulis….
Oyeah, btw, I’m now waiting for one more big change, sweet one…i’ll keep you updated, insyaAllah. Mohon doanya yang terbaik untuk saya ya…
Wassalam.
[Inspired by some of my FB's status
]
Unconditional Love August 14, 2009
Posted by yunita01 in SimplyMe.add a comment
Salah satu hal yang menarik sekaligus membahagiakan dalam sebuah pertemanan adalah ‘dunia’ yang diperkenalkan teman itu, yang mungkin jauh berbeda dengan ‘dunia’ yang kita miliki. Berteman dengan seorang dokter misalnya, selain bisa konsultasi gratis, kita jadi bisa ikut merasakan prestise mereka di mata masyarakat. Bagaimana masyarakat begitu respek dan ‘meninggikan’ seseorang yang bergelar dokter. Atau ketika kita punya teman seorang geologist misalnya, profesi dengan ilmu yang sangat ‘membumi’, membuat kita banyak tahu tentang berbagai fenomena alam, selain terkadang bisa ikut merasakan sensasi petualangan dan ekplorasi yang menjadi bagian penting dalam profesi tersebut.
Di tulisan ini, bukan teman dokter atau geologist yang ingin sy ceritakan, melainkan teman-teman saya yang memilih satu profesi besar, what so called “pahlawan tanpa tanda jasa”..iyah, mereka memilih menjadi…guru.
Cerita sedikit dulu…kemarin, untuk urusan sanlat ramadhan sekolah, dengan ‘terpaksa’ saya meninggalkan kantor kurang lebih 2 jam, mengunjungi seorang guru SMU teman saya di tempatnya mengajar. Kurang lebih sejam kami membahas proposal sanlat itu, dan disela-sela obrolan kami, saya sempat bernostalgia tentang masa-masa SMU saya disitu, membandingkan dengan kondisi dan fasilitas sekarang yang jauuh lebih baik. Guru teman saya itu pun lalu bercerita tentang murid-muridnya. Dengan senyum lebar dan mata berbinar-binar (ga lebay nih
), beliau begitu membanggakan murid-muridnya itu, yang bersemangat belajar Islam (teman saya ini guru agama Islam), yang tidak pernah lagi bolong-bolong solatnya, dan tidak perlu lagi harus dikejar-kejar kayu supaya mau solat. Beliau juga cerita tentang kebanggaannya pada murid-muridnya yang pinter ngaji, aktif di rohis sekolah, tentang minat mereka dan juga tentang kenakalan-kenakalan mereka. Beliau bercerita persis seperti beliau adalah orangtua anak-anak itu sendiri…
Masih di hari yang sama, saya kembali bertemu dengan seorang sahabat saya yang juga seorang guru. Dia mengajar di sekolah dasar. Begitu ketemu, pertama kali yang dia ceritakan ke saya (lebih tepatnya, marah-marah
) adalah tentang murid-muridnya yang mendapat perlakuan tidak adil dari panitia lomba siswa teladan dimana dia ikut mengantar anak-anak itu. Mendengar ceritanya, masyaAllah, sepertinya orangtua anak-anak itu sendiri saja tidak akan mati-matian, sakit hati, sampai menangis seperti itu membela anak-anaknya. Truly, saya sangat sangat tersentuh mendengarnya. Saya merasakan begitu besarnya kecintaannya kepada murid-muridnya, as if they are her own kids! Dan, bukan kali itu saja saya mendengar ceritanya tentang murid-muridnya, tentang sekolahnya, tentang kecintaannya menjadi guru, dengan segala pahit dan getirnya…nah, yg ini baru lebay
Entah kenapa, sejak dulu bahkan sampe skrg mungkin, ga pernah terlintas dalam pikiran saya cita-cita menjadi guru. Selain karena memang sepertinya saya tidak punya bakat mengajar
, mungkin juga karena profesi ini tidak se-bergengsi seperti menjadi dokter, engineer, lawyer, atau anggota legislatif. Ditambah lagi, pekerjaan berat menjadi guru itu, di banyak tempat tidak sebanding dengan apa yang didapatkan secara materi. Barangkali itu sebabny sehingga tidak banyak peminatnya.
Maka, sangat salut lah saya dengan orang-orang yg memilih dan bahkan mencintai profesi ini. Saya tau pasti, bagi mereka para guru itu, kepuasan materi yang diterima tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kebahagiaan melihat keceriaan anak didiknya, mengajarkan hal-hal yang sebelumnya tidak mereka ketahui, bahagia melihat keberhasilan mereka, melihat mereka tumbuh menjadi orang-orang yang lebih baik dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik pula. Tidak pernah mereka mengharapkan balasan dari apa yang sudah mereka berikan, apa yg sudah mereka ajarkan, tidak secuilpun. Asalkan anak didik menjadi baik, bagi mereka itu saja sudah cukup.
This is what I called an unconditional love…dan pasti, Tuhan akan membalas dengan balasan yang jauh lebih baik…amiin.
Terpujilah wahai engkau, ibu bapak guru; namamu akan selalu hidup, dalam sanubariku; sebagai prasasti terima kasihku, tuk pengabdianmu;
Engkau bagai pelita, dalam kegelapan; engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan;
Engkau patriot pahlawan bangsa; tanpa tanda jasa…..
[Fiuh, ternyata sy masih hafal lagu itu...]
Khairunnaas anfa’uhum linnaas August 14, 2009
Posted by yunita01 in SimplyMe.add a comment
Yeap, at least hadits shahih riwayat Bukhari di atas adalah satu pelajaran yang sy dapat di ‘pertemuan’ tadi malam. Pertemuan apa sih? Ada deeh…another future project..mohon doanya
Nway, entah nyambung darimana obrolannya, teman yg hadir di pertemuan semalam lalu menyinggung judul di atas. Sebenarnya yang dia kutip dari acara Golden Ways nya Mario Teguh. Katanya di salah satu show itu, ada seorang audience yang curhat ke pak Mario kalau dia merasa ‘dimanfaatkan’. Berharap mendapat pembelaan, tapi malah pak Mario nya bilang, “..oo bagus itu! bukankah Rasulullah saw berkata bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lain?”..yah, kurang lebih begitulah..maap klo kurang pas, soalny sy ga nonton juga shownya, cuma diceritain semalam
Ketika mendengar itu sy sih cuma ketawa-ketiwi aja, soalny dia juga ceritanya sambil bercanda gitu, ga serius-serius amat. Nanti nyampe rumah baru sy teringat lagi cerita itu. Saya baru nyadar kalau terkadang saya juga merasa seperti audience yg curhat itu. Di beberapa kesempatan, saya merasa pertemanan dan kedekatan saya dengan seseorang itu membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi dia, tapi klo dipikir2 kurang bahkan ga ada manfaatnya buat saya. Honestly, bukan bermaksud ge-er atau ujub ya, tapi kurang lebih, from my point of view, begitulah realitasnya..
Sekali lagi, tanpa bermaksud membanggakan diri, saya adalah orang yang sangat menghargai dan mencintai yang namanya pertemanan dan persahabatan. Untuk seorang teman, saya akan berusaha melakukan apa saja untuk menolong dan memenuhi kebutuhannya. Alhamdulillah Allah memberikan kemampuan lebih yang bisa saya bagi untuk mereka. Nah, disinilah mungkin, terkadang sadar atau tidak, saya ‘dimanfaatkan’.
Kita tentu meyakini apa yang dikatakan oleh Rasulullah saw dalam hadits tersebut tidak mungkin salah. Hanya saja dalam penafsirannya, siapa sebenarnya yang dimaksud Nabiyullah dengan manusia yang paling banyak manfaatnya itu? Apakah mereka yang banyak bersedekah, yang banyak menolong fakir miskin dan anak yatim? Ataukah yang selalu membantu meringankan urusan saudaranya, yang ramah dan berkasih sayang dan yang memaafkan kesalahan orang yang bersalah padanya? Tentu saja, ini semua adalah perbuatan yang banyak manfaatnya untuk orang lain dan juga dicontohkan oleh Baginda Rasul, yang notabene adalah manusia terbaik yang pernah diciptakan Allah di muka bumi. Tapi, apa hanya karena itu maka Nabi disebut sebaik-baik makhluk berdasarkan manfaatnya bagi orang lain?
Jika kita ingin mencontoh Rasulullah teladan kita, maka coba renungkan, manfaat terbesar yang diberikan Rasulullah saw kepada manusia bukanlah pemberian harta benda, sedekah, materi, perlindungan atau pembelaan dari musuh-musuh Islam (walaupun itu semua dengan maksimal sudah diberikan oleh Beliau), tapi sesungguhnya manfaat terbesar yang telah diberikan oleh Rasulullah saw adalah keselamatan di negeri akhirat yang kekal abadi. Rasulullah telah memperkenalkan siapakah Tuhan yang seharusnya disembah oleh manusia. Beliau memperkenalkan agama Islam, satu-satunya jalan menuju keselamatan. Beliau mengabarkan tentang syurga dan neraka sebagai balasan manusia yang hidup di muka bumi untuk segala perbuatan yang telah mereka kerjakan. Rasulullah telah menyempurnakan dan mengajarkan akhlak mulia dan terbaik untuk menjadi contoh bagi seluruh umat manusia.
So, kesimpulannya, jika kita ingin menjadi orang-orang yang terbaik di muka bumi, maka teladanilah Rasulullah saw. Jadilah teman yang senantiasa menginginkan dan mengusahakan keselamatan akhirat bagi teman kita. Perkenalkan kepada orang lain Tuhan yang sebenarnya, dan ajaklah mereka untuk senantiasa menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya. Selamatkan orang lain dari siksa neraka agar kita bersama-sama bisa menikmati kenikmatan abadi di syurga kelak. Selanjutnya, sempurnakan dengan memberi manfaat dunia bagi yang memerlukan, baik itu pertolongan harta, tenaga, pikiran, waktu, dsb.
Sekarang, masih layakkah kita merasa ‘dimanfaatkan’ dan disebut sebaik-baik manusia dengan ’sedikit’ manfaat yang sudah kita berikan? Ataukah ternyata kita hanya manusia-manusia yang terlalu cepat puas dan mudah ge-er?
Wallahu’alam bish shawab. Rabb, ampuni kami…
Insomnia August 13, 2009
Posted by yunita01 in SimplyMe.add a comment
Artikel bagus dari group di fesbuk. Tips-tipsnya boleh juga nih..
———
Insomnia dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang mana seseorang mengalami kesulitan untuk tidur atau tidak dapat tidur dengan nyenyak. Rata rata setiap orang pernah mengalami insomnia sekali dalam hidupnya. Bahkan ada yang lebih ekstrim menyebutkan 30 – 50% populasi mengalami insomnia.
Insomnia dapat menyerang semua golongan usia. Meskipun demikian, angka kejadian insomnia akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini mungkin disebabkan oleh stress yang sering menghinggapi orang yang berusia lebih tua. Disamping itu, perempuan dikatakan lebih sering menderita insomnia bila dibandingkan laki laki.
Berikut beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk mengurangi serangan insomnia.
1.
Berolah raga teratur. Beberapa penelitian menyebutkan berolah raga yang teratur dapat membantu orang yang mengalami masalah dengan tidur. Olah raga sebaiknya dilakukan pada pagi hari dan bukan beberapa menit menjelang tidur. Dengan berolah raga, kesehatan anda menjadi lebih optimal sehingga tubuh dapat melawan stress yang muncul dengan lebih baik.
2.
Hindari makan dan minum terlalu banyak menjelang tidur. Makanan yang terlalu banyak akan menyebabkan perut menjadi tidak nyaman, sementara minum yang terlalu banyak akan menyebabkan anda sering ke belakang untuk buang air kecil. Sudah tentu kedua keadaan ini akan menganggu kenyenyakan tidur anda.
3.
Tidurlah dalam lingkungan yang nyaman. Saat tidur, matikan lampu, matikan hal hal yang menimbulan suara, pastikan anda nyaman dengan suhu ruangan tidur anda. Jauhkan jam meja dari pandangan anda karena benda itu dapat membuat anda cemas karena belum dapat terlelap sementara jarum jam kian larut.
4.
Kurangi mengkonsumsi minuman yang bersifat stimulan atau yang membuat anda terjaga seperti teh, kopi. alkohol dan rokok. Minuman ini akan menyebabkan anda terjaga yang tentu saja tidak anda perlukan bila anda ingin tidur.
5.
Makananlah makanan ringan yang mengandung sedikit karbohidrat menjelang tidur, bila tersedia, tambahkan dengan segelas susu hangat.
6.
Mandilah dengan air hangat 30 menit atau sejam sebelum tidur. Mandi air hangat akan menyebabkan efek sedasi atau merangsang tidur. Selain itu, mandi air hangat juga mengurangi ketengangan tubuh.
7.
Hentikan menonton TV, membaca buku, setidaknya sejam sebelum tidur.
8.
Gunakanlah tempat tidur anda khusus untuk tidur. Hal ini akan membantu tubuh anda menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tidur. Saat anda berbaring di tempat tidur, maka akan timbul rangsangan untuk tidur.
9.
Lakukan aktivitas relaksasi secara rutin. Mendengarkan musik, melatih pernafasan, meditasi dan lain lain akan membantu memperlambat proses yang terjadi dalam tubuh sehingga tubuh anda menjadi lebih santai. Keadaan ini akan mempemudah anda untuk tidur.
10.
Jernihkan pikiran anda. Enyahkan segala kekhawatiran yang menghinggapi pikiran anda. Salah satu cara untuk ini adalah menuliskan semua pikiran anda lewat media blog.
11.
Tidur dan bangunlah dalam periode waktu yang teratur setiap hari. Waktu tidur yang kacau akan mengacaukan waktu tidur anda selanjutnya.
Demikianlah tips mengurangi masalah tidur anda. Selalulah ingat bahwa tidur merupakan kebutuhan pokok tubuh untuk pertumbuhan dan memperbaiki fungsi organ yang terganggu. Insomnia bukan merupakan penyakit bawaan dan dengan demikian tentu akan mudah disembuhkan.
Jika dengan langkah diatas anda masih merasa gagal mengatasi masalah tidur, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mencari jalan keluar.
Being a Wife July 31, 2009
Posted by yunita01 in SimplyMe.add a comment
In about a week from now, I’ll be on a half year period since I was officially became a wife. A close friend of mine once said to me after sometimes from my marriage, there’s no different between me as a married woman and as a single, compare to other friend that have been married before me.
Honestly, that statement kinda confuse and tickle me a bit. My question then, why should I be different? And if I should, how?
Should I just stay at home, clean my house, wash clothes, cook, etc. ? Should I stop hang out with friends I have now and start seeing ’married peers’ too? I really don’t know…
Or just maybe, she meant that I should have different way of thinking, acting, and deciding by having a husband that could influence those things? Well, maybe it suppose to be like that, true…but in just 3-4 months, what can we expect? Can anybody change that quick and simple? Especially in my case, we just trying to know each other, to adapt…and trust me, it’s not easy my friend…
I do realize, until now, I’m still far from the idea of a ‘good wife’. You can say, I’m not a good wife if you like. That I can’t deny. Lots of time, I still pushed my husband too hard to understand me, while I don’t care to understand and pleased him. I know he’s trying hard and I don’t know why, sometimes I just can’t accept and respect his effort. But he keeps trying and thats what made me feel so bad. I just hope he won’t get tired and stop doing those nice things to me. Sorry, hun…and forgive me, God…please help me, because I really want this works well until the end..
Bottom line, being a wife, you can’t stop learning. Learn to love, to respect, to obey, to listen, to be loyal, to be a good friend, to give more affection, to understand each other..
Yes, there are too many things to learn, but don’t worry, because you’ll have the rest of your life for that…
[Thanks to Ms. Irma for the enlightment, for the support...from now on, I promise, I'll try harder..]
Simple Rule of Happiness July 29, 2009
Posted by yunita01 in SimplyMe.add a comment
Recently in my Facebook status I wrote this words: “Simple rules of happines: give happiness to others, put aside your ego, and move on..”
Tentu saja ada peristiwa, kondisi, dan situasi yang melatarbelakangi kenapa saya kepikiran menuliskan status itu. Unfortunately, it’s off the record my fren, biar saya sajalah yang tau, biar saya sajalah yang menanggung ![]()
But I’ll give you the clue, it’s “keikhlasan”…
Ada satu komen dari teman utk status itu, dia bilang “put aside your ego” nya yang sulit…benarkah?
Hmmm..take a closer look…sebenarny ini hanya satu aturan yang tidak dapat dipisahkan…(saya salah menambahkan huruf ’s’ pada kata rule, jadinya seolah-olah ada 3 aturan terpisah
).
Tapi iya, ketika kita bisa membahagiakan orang lain, pasti ada yang harus kita korbankan, minimal waktu kita..bisa jadi bahkan kita berkorban perasaan..bukankah itu berarti kita sudah ‘berhasil’ mengesampingkan ego kita?
Jadi, tidak akan mungkin kita bisa memberi kebahagian kepada orang lain, tanpa ada pengorbanan, tanpa ada keikhlasan..that’s the point..
Makany kalimat terakhir, move on…ini bisa berarti, lanjutkan! ![]()
Lanjutkan mencari, memberi kebahagian, mengumpulkan amalan terbaik…dengan niat dan cara yang baik hanya untuk mendapatkan keridhoanNya..
Kemudian, lupakan kebaikan yang sudah dilakukan, ini akan membantu kita untuk lebih ikhlas, untuk tidak berhenti dan merasa puas dengan amalan yang belum tentu diterima. Ya, seperti yang dikatakan ulama besar syeikh Yusuf Qardhawi tentang keikhlasan dalam beramal, ikhlas itu ada di awal, di tengah, dan di akhir.
Jadi, ketika kita menganggap bahwa mengesampingkan ego itu sulit, maka sulit pula pastinya kita membahagiakan orang lain..
Sampai disini, saya tiba-tiba tertarik membahas tentang “berkorban perasaan” tadi… ![]()
Ada cerita seorang teman, yang sampai sekarang belum bisa melupakan pria yang pernah menjadi pacarnya. Pria itu menikah dengan orang lain, hidup berbahagia dengan dikarunia seorang anak.
Entah apa yang terjadi dgn teman ini, entah cinta kah yang berubah jadi benci, atau mungkin cinta itu tetap ada namun dalam bentuknya yang lain, namun terlalu sulit bagi dia melupakan pria ini dan rasa sakit ditinggalkan.
Kalau dihubungkan dengan ‘aturan’ di atas, what do you think??
Applicable kah formula itu untuk temanku ini?
Bukankah ketika kita benar-benar mencintai seseorang, kita akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya, dan seharusnya ikut berbahagia melihatnya bahagia?
Tentu, harus ada pengorbanan…tapi apa yang kita dapat dari situ? Sesuai judulnya, simple rule of HAPPINESS…
Pastinya kita akan Bahagia, entah di dunia, atau nanti di akhirat yang kekal abadi….
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (Q.S. 2:286)