Hari ini..setahun kemarin February 6, 2010
Posted by yunita01 in Journey to a Life.add a comment
Today, a year ago…
Thousands of words can’t express what I felt that day…and it still feels like yesterday…only yesterday..
Now, we just continue learning…and we both know it’s not easy, even to just become a friend. And while we still trying to figured out to be what so called a “husband and wife”, we’ll be a “father and mother” soon…how time flies…
But together, I know we’ll made it. With you by myside, I know I can face all odds…now, it’s ”us” against the world! Just walk on our dreams, hand in hand, day after day…
Beib, hari ini, genap setahun sudah membersamaimu..
Dan ibarat bayi, kita baru akan belajar berjalan…kita mulai merangkak, berpegangan, berdiri, terjatuh dan mencoba berdiri lagi…begitu seterusnya, sampai akhirnya kita bisa melangkah, walau hanya satu dua langkah saja, dan kemudian terjatuh lagi. Dan kita tidak pernah berhenti mencoba, sampai kita bisa berdiri dan berjalan sendiri.
Terima kasih untuk semua kebaikan dan kesabaranmu, maafkan semua salah dan khilafku…luv u, beib!
Happy 1st wed anniversary, my luv!
“Jika sang waktu bisa kita hentikan
dan segala mimpi-mimpi jadi kenyataan
meleburkan semua batas
antara kau dan aku, kita..
Duhai cintaku, sayangku, lepaskanlah
perasaanmu, rindumu, seluruh cintamu
dan kini hanya ada aku dan dirimu
sesaat di keabadian..” [Aku dan Dirimu / Ari Lasso feat. BCL]
XOXO,
~YnR~
Road to Europe [How far can you go?] January 29, 2010
Posted by yunita01 in Road to Europe.add a comment
Bismillah. Asslamu’alaykum.
Akhirnya dapat juga ide buat tulisan baru. Sebenarnya ada beberapa, tapi tema ini yang terpilih (apa sii..), selain terinspirasi dari status teman di fesbuk (lagi-lagi..), but mostly because I like to write about it. Dan katanya, salah satu tips supaya kita rajin nulis ya itu, tulislah apa yang kita suka..
Nway, tahun 2009 kemaren saya memang lagi semangat2nya hunting beasiswa. Dari hasil searching, sempat amazed juga karena ternyata begitu banyak jenis beasiswa yang ditawarkan untuk orang Indonesia. Bisa pusing milih yang mana kalau ga punya preference dan reference, bisa juga buang waktu, tenaga, dan harta kalau apply terlalu banyak. Tapi buat saya sih masih lebih mudah, karena saya mempersempit pencarian hanya utk beasiswa ke Europe, itu saja yang saya kejar. Setelah itu pencarian masih bisa lebih dipersempit lagi, sesuai jurusan dan minat (again it’s easy for me, karena tidak terlalu banyak pilihan), persyaratan yang mudah, dan tentu saja ‘value’ dan benefit yang ditawarkan.
Trus, kenapa sih mesti Europe? Baca di buku, liat di tipi, plus unforgettable journey to Austria beberapa waktu yang lalu, membuat saya benar2 jatuh cinta pada benua itu…dan masih sangat sangat banyak yang belum dan ingin saya liat…n beside, siapa sih yg ga pengen kesana…
Nah untuk ukuran rakyat jelata seperti saya, mungkin untuk menginjakkan kaki di sana memang hanya bakal sebatas mimpi di siang bolong, kalau bukan karena rejeki mau dibayarin perusahaan (which is kinda impossible for now..), maka scholarship adalah satu pilihan yang paling reasonable. Untuk memulai memang tidak mudah. Banyak persyaratan, dokumen, dan persuratan yang dibutuhkan. Banyak yang ga jadi apply karena liat persyaratan yang begitu banyak. Tapi sebenarnya enggak juga sih, tergantung kita saja, niat apa enggak. Selebihnya hanya butuh sedikit ‘repot’ dan ‘rajin’. Itu saja..
Hanya saja sekarang, setelah sudah terasa lebih mudah, setelah semua persyaratan sudah lengkap dan tinggal apply, bahkan setelah dinyatakan diterima di universitas di sana dan lulus seleksi tahap awal, tinggal beberapa langkah lagi, lalu kenapa belakangan langkah ini menjadi begitu berat bahkan terhenti beberapa jenak dan berpikir ulang lagi, go or no go??
Ah, ternyata menjadi orang dewasa (baca:menjadi tua) itu terkadang menyebalkan sekali. Terlalu banyak yang dipikirkan, terlalu banyak pertimbangan. Kalau dulu mungkin saya tidak akan berpikir sekeras ini, pilihannya terlalu mudah. Bukan berarti saya menyalahkan kondisi lho, bahkan saya sangat bersyukur dengan apa yang saya punya sekarang. Dan saya yakin banyak orang yang memimpikan menjadi seperti saya..ahahaha
Tapi bener kata teman saya, kadang yang terbaik itu bukanlah yang terindah. Karena dengan logika sederhana saja orang bisa menilai, sekolah ke europe euy…perancis, dutch, or italy…actually, bukan sekolahny sih, tapi jalan2 nya, foto2nya…xixixi
. Apalagi yang dipikir, itu mi yang terindah, take it and go aja! Tapi ya itu tadi, sekarang kita ga bisa berpikir yang indah2 saja, tapi juga harus dipikirkan, apakah itu yang terbaik? At least untuk saat ini…
Memang sebenarnya pertimbangan yang ada lebih kepada kondisi saya sekarang ini. If everything goes well (fingers crossed), I will be a mother in the next 4 months from now. Kalau seandainya saya confirm ketrima beasiswa utk tahun ini, maka saya harus berangkat paling lambat September, which means my junior will be less than 3 months. Still, too young to leave him/her, dan saya yakin saya ga akan tega…dan ga ada pilihan untuk mengikutkannya..
Belum lagi pertimbangan perusahaan tempat saya bekerja sekarang. Pilihan amannya adalah tetap menjadi karyawan dengan lobi dan nego ke bos yang bakal alot, dan pilihan ekstremnya adalah totally leaving this ‘beloved’ company (which means I need to think of a backup plan..a very deep thinking). Dan tentu saja masih ada beberapa pertimbangan lagi..
Ok, sampai disini saya mulai bosan menuliskan tentang ini, jadi berat gini soalnya
But nway, intiny ya gitulah…looks like my road to europe have to take a break for a while. Yang pasti mimpi itu masih ada, bahkan bukan sekedar mimpi lagi, close to reality. Just a few more steps, a firm decision, and a kind sponsor
, and off I’m gone! Mungkin tahun depan, mungkin 2 tahun lagi..who knows..
So, how far can I go? As far as the dream can come true…
Live your dream everyone!
XOXO,
Update…[kangen] January 14, 2010
Posted by yunita01 in SimplyMe.add a comment
Fiuuh…here we go again..have to finish what I’ve started (maksudnya??)..
Yah, intinya serasa ada beban moral (apasih..) ketika sudah ‘berani’ memulai kembali nge-blog, dan janji kepada diri sendiri pada awalny untuk tetap menulis dan menulis, update dan update…apalagi stelah membaca kembali postingan awal blog ini..
Soalny baru beberapa tulisan aja dah mandeg…dengan alasan klasik yang nda perlu lah diutarakan lagi, semua jg dah tau..
Kemaren karena kurang kerjaan n ga tau awalny browsing dari mana, akhirny coba ngintip2 lagi blog teman2 lama, yang juga dah lamaaa skali ga dikunjungi..banyak skali update baru…and it works! Jadi semangat lagi nulis…ide2 mulai berlompatan keluar dengan liarny (lebaaayy..), sampe susah nangkepnya, hingga akhirnya ilang semua lagi
Sebenarny banyak yang terjadi, banyak yang bisa ditulis, tapi entahlah…sy mulai kehilangan kebiasaan mencatat seketika ide itu tiba-tiba datang dalam pikiran, sampai akhirnya terlupakan dan tidak pernah menjadi sebuah tulisan. Sepertinya saya harus menghidupkan kembali kebiasaan lama itu..so help me God…
So, how am I doing? well, I’m doing just fine everybody ![]()
Alhamdulillah sekarang lagi menikmati menunggu kehadiran calon jundi yang kini memasuki bulan kelimanya di dalam rahim bundanya, which is me…still can stop being amazed by this miracle, unbelievable! Terima kasih Allahu, for the chance to experience this fascinating journey..
Mohon doanya semua, semoga sehat sampai akhir masa penantian ini…
Kata ibu saya, dari kedelapan anakny, hanya ketika meng-hamil-kan saya beliau ngidamnya yang paling berat. Mulai dari yang standard kayak mual2, muntah, pusing, sampe yang aneh2 seperti ga bisa liat matahari terbit di pagi hari (perhaps, that explain why I’m such an introvert..), atau ga bisa nyium bau sabun (klo ini mgkn menjelaskan knapa sy males mandi n nyuci
).
Tapi di awal2 kehamilan kemaren, saya sih tidak mengalami apa yang dialami ibu saya itu. Yang biasa-biasa sj. Sekarang malah nafsu makan mulai gila2an, walaupun berat ga nambah signifikan (is it good or bad?), tapi apa2 mulai menyempit nih. Yang biasanya celana buat kerja pasti selalu pake belt yang dikaitkan di lubang paling akhir, sekarang ga pernah pake belt lg euy, malah mulai sesak rasanya..luar biasa… ![]()
Hal yang sama terjadi pada rok dan celana lainnya…mulai terasa sempit dan ga nyaman…
Ok, I think enough for now, lumayan bisa mengobati ke-kangen-an ngeblog..insyaAllah to be continued…dan berhubung juga sudah hampir jam pulang, harus siap2 nih…mulailah dari hal2 yang kecil, pulang kantor itu harus tepat waktu
Hev a nice life people!
XOXO
http://newni.wordpress.com
Belajar dari Kucing September 22, 2009
Posted by yunita01 in SimplyMe.4 comments
Sepertinya sudah lebih 2 hari suara mengeong itu terdengar dari atas loteng rumah kmi. Dugaan awal, seekor anak kucing yg baru lahir kemungkinan ditinggalkan oleh ibuny entah kemana. Ibuku sampe ngomel-ngomel sendiri, kenapa induk kucing itu bisa sebodoh itu ninggalin anaknya. Dan kami juga tidak bisa berbuat apa-apa, berhubung di rumah lagi ga ada pria yang bisa manjat ke loteng utk menurunkan kucing malang itu. Jadilah kami pura-pura cuek aja dgn suara mengeong yg semakin sering terdengar memilukan itu.
Nanti ketika suamiku kembali dari Makassar, secepatnya beliau kami serahi misi khusus untuk menurunkan kucing kecil itu dari loteng. Ternyata sodara2, misi ini tidak semudah yg kami bayangkan, bahkan hampir menjadi mission impossible. Kucing kecil yg malang itu ternyata terjepit disela-sela tripleks dinding rumah yg tidak bisa dijangkau tangan, bahkan kucing itu sendiri tidak kelihatan karena terhalang balok rangka rumah.
Singkat cerita, butuh effort yg cukup heboh pagi itu untuk mengeluarkannya. Plafon dan dinding rumah mengalami kerusakan yg cukup serius (exaggerating
). But nway, mission completed and the operation succeded. Kucing kecil berhasil diselamatkan. Alhamdulillah..thanks to my hubby, my hero
Kucing itu tampak sehat, tidak terluka, dan cantik pula. Hanya depresi berat sepertinya, bayangkan saja, 2 hari 2 malam dengan posisi terjepit seperti itu, untung saja di masih hidup. Ibuku langsung membuatkannya susu dan dia minum dengan lahap.
Setelah itu ibu menaruhnya di dalam karton di luar rumah supaya dia (akhirnya) bs melihat matahari..lalu, tahukah sobat apa yg terjadi kemudian?
Tidak lama setelah berada di luar, seekor kucing besar datang -ibunya pasti- menjilati, lalu membawa pergi anaknya..persis seperti manusia yang sangat rindu dan baru bertemu dengan orang yang sangat dicintainya setelah sekian lama…..speechless, it’s soo touchy…
SubhanAllah..sungguh pemandangan yg mengharukan..
Segala puji bagi Allah yang menurunkan rasa kasih sayang itu ke dalam makhluknya, bahkan kepada binatang sekalipun..maaf ibunya kucing, kami sempat berprasangka buruk padamu..
Lalu, mungkinkah manusia yang tega membuang dan membunuh anaknya sendiri itu ternyata lebih rendah dari binatang? Wallahu a’lam.. Rabb, ampuni kami..jadikan kami orang-orang yang mampu menjaga amanahmu..amiin..
XOXO,
Nuni
http://newni.wordpress.com
[introvert] September 18, 2009
Posted by yunita01 in SimplyMe.add a comment
..Tapi aku menyimpannya untuk diriku sendiri..
Mungkin karena di tempat di mana semua orang (merasa) mengetahui cerita hidupku, rasanya menyenangkan ketika tahu ada satu bab yang hanya dibaca olehku sendiri..
Nuni…i’m introvert, and I’d like to stay that way..
[sekali lagi] tentang FB September 16, 2009
Posted by yunita01 in SimplyMe.add a comment
Belakangan ini saya perhatikan ada yang lucu di fesbuk (selain status dan komen2 yang aneh nyeleneh dan ga penting lainnya
).
Begini, beberapa kali saya mengisi status dan selalu saja komen yang muncul ga nyambung sama sekali. Misalny status saya tentang cinta yang sederhana, hampir 30 komen isinya malah tentang perjodohan si X dengan Y dan Z. Itu masih close lah.. Yg teranyar, status tentang suasana hati saya, komennya malah resep sambel kacang dan salad buah..xixixi
Masih banyak contoh yang lain, dan saya perhatikan status teman2 juga malah ada yang lebih parah
. Ini pelajaran mungkin, supaya klo menulis status itu jangan yang abstrak2, yang hanya kita yg ngerti..wajarlah klo org lain ga nyambung. Mungkin ini mengajarkan kita utk menulis status ‘as is’ aja, biar seluruh dunia tau kita lagi ngapain, tapi tanpa harus meninggalkan jejak kenarsisan…nah lho..gimana caranya tuh?
Tapi saya pribadi melihat ada pelajaran lain disitu. Pelajaran bahwa:
“Masalah tidak selesai dengan hanya menuliskannya di status FB” (Nuni,2009).
Ini sama sekali bukan berarti saya menyalahkan status2 “bermasalah” itu. Lagian pertanyaan di box itu kan “What’s on your mind?”, “Apa yang Anda pikirkan?”. Ya sah-sah saja klo kita sedang memikirkan suatu masalah. Sudah bener donk jawabannya
Hanya saja, kita atau saya pribadi barangkali, tidak bisa berharap menemukan solusinya disitu. Sukur2 klo ada yang komen, dan kalaupun ada, ya itu tadi, Jaka Sembung pake songkok (kata temen saya)
Tapi lucunya, kita enjoy aja tuh…setidak-nyambung bagaimanapun komennya, sudah cukup membahagiakan. Kita malah membalas dengan komen yang lebih tidak nyambung lagi
.
So kesimpulannya, mungkin inilah salah satu sifat asli manusia. Sebenarnya kita hanya ingin didengar dan diperhatikan saja. Sebenarnya kita tidak terlalu butuh solusi, karena (barangkali) sebenarnya kita sendiri sudah tau solusinya. Dan inilah mungkin yang menjadikan FB candu bahkan menjadi kebutuhan, karena seperti hasrat manusia lainnya, butuh untuk disalurkan.
Entahlah, ini based on my own private experience aja…mungkin teman2 ada pengalaman lain? Let’s share!
XOXO,
Nuni
More to find on http://newni.wordpress.com
Ordinary people.. September 1, 2009
Posted by yunita01 in SimplyMe.add a comment
There are moments in my life I wanted an extraordinary things would happened.
There are times I would expect a miracle would emerged.
But in fact, it’s countless of times I had to realize that I’m not that extraordinary.
Miracle don’t happen to a person like me. Many times are so disenchanted.
Sometimes, things are just too good to be true..just like now…
I’m just tired and disappointed…
What good about it (or not?) is that again I realize that I’m weak…
I’m not as strong as I think I am…I’m not a superhuman…
I can and do cry…
And perhaps, this is the lesson behind that.
HE wanted me to ‘come down’ and remind me of HIS power…
HE wanted me to realize that I shouldn’t have to be too arrogant…
Yes, I’ve learned the lesson in a hard way…and I think I deserved it.
Maybe, all that miracles, all that extraordinary things that are too good to be true, already happening but I just couldn’t see it..
Why? Because, I’m just an ordinary people…
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang Engkau dustakan?
[Nuni - disenchanted...]
Ramadhan Kali Ini.. August 27, 2009
Posted by yunita01 in SimplyMe.add a comment
Lots of changes..
Sepertinya itu kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan pertemuan dengan Ramadhan kali ini. Not only changes actually, but BIG changes. Bertemu dan berkenalan dengan teman-teman baru, beragam aktivitas sekaligus tantangan baru, suasana baru, dan tentu saja, status dan keluarga kecil baru
. It’s amazing how faith brought us this far…begitulah Allah merencanakan dan mengatur semuanya, yang tidak pernah sedetikpun saya ragu, kalau semua adalah pada saat yang tepat. Memang sudah waktunya..alhamdulillah, terima kasih ya Rabbi atas segala nikmatMu..
Yeap, this is life my friend..the only thing that remain constant is changes. Dan sebuah perubahan besar dalam diri seseorang semestinya bisa menemukan momentumnya di setiap kali Ramadhan. Puasa, menahan hawa nafsu, tilawah, tarawih, qiyamul lail, dan ibadah-ibadah lain yang lebih dari bulan-bulan sebelumnya, semestinya cukup mentarbiyah dan memacu kita menjadi manusia yang lebih sabar, pemurah, berkasih sayang, ramah, bijak dalam bersikap, disiplin, kuat, sehat dan banyak perubahan2 baik lainnya. Sungguh, Allah Maha Tahu kenapa bulan Ramadhan itu diciptakanNya begitu istimewa…mestinya tidak untuk sesuatu yang sia-sia…
Ok mi syekh..now let’s go back to ‘earth’.. :D
Lebih kurang 6 bulan setelah menikah dan menempati rumah kontrakan sendiri bersama suami tercinta (sok pengen mandiri dan lepas dari ortu
), akhirnya benteng pertahanan itu runtuh juga. Alhamdulillah, sebelum Ramadhan kami kembali hijrah ke rumah ibu, and it’s a good idea actually. Ternyata punya rumah sendiri itu merepotkan juga, ternyata menjadi ‘real wife’ (baca: ibu-ibu) itu susah, sodara2..and I think I’ve learnt enough lessons
. Setelah kembali ke rumah ibu dan mulai memasuki bulan Ramadhan, saya kemudian bisa membayangkan betapa akan lelah dan repotnya saya jika masih tetap tinggal di rumah kontrakan itu. All I can say is, my mom is the best in the world!. Bersyukurlah wahai kalian yang masih punya orangtua dan tinggal bersama mereka..perhatikan betapa tulusnya mereka mencintai kalian..lalu, dengan apa bisa kau balas semua cinta dan kebaikan itu?
Hmm..cerita apa lagi ya..oiya, sedikit intermezzo..kejadian lucu di malam pertama tarwih kemaren. Ada seorang nenek tua, yang mungkin karena saking semangatnya ikut tarwih, beliau memakai mukena nya (yang masih tampak baru) dgn terbalik! Ibu disebelahnya kemudian berbaik hati memakaikan kembali dan merapikan untuk nya. Sementara jamaah yang lain tidak bisa menahan tawa dan sibuk mengomentari, si nenek cuma tersenyum-senyum simpul…
Ok, that’s all for now…sori klo isinya ngawur n ga terstruktur, hanya ingin mengisi kekosongan ide beberapa minggu belakangan ini…takut nanti keterusan ga nulis….
Oyeah, btw, I’m now waiting for one more big change, sweet one…i’ll keep you updated, insyaAllah. Mohon doanya yang terbaik untuk saya ya…
Wassalam.
[Inspired by some of my FB's status
]
Unconditional Love August 14, 2009
Posted by yunita01 in SimplyMe.add a comment
Salah satu hal yang menarik sekaligus membahagiakan dalam sebuah pertemanan adalah ‘dunia’ yang diperkenalkan teman itu, yang mungkin jauh berbeda dengan ‘dunia’ yang kita miliki. Berteman dengan seorang dokter misalnya, selain bisa konsultasi gratis, kita jadi bisa ikut merasakan prestise mereka di mata masyarakat. Bagaimana masyarakat begitu respek dan ‘meninggikan’ seseorang yang bergelar dokter. Atau ketika kita punya teman seorang geologist misalnya, profesi dengan ilmu yang sangat ‘membumi’, membuat kita banyak tahu tentang berbagai fenomena alam, selain terkadang bisa ikut merasakan sensasi petualangan dan ekplorasi yang menjadi bagian penting dalam profesi tersebut.
Di tulisan ini, bukan teman dokter atau geologist yang ingin sy ceritakan, melainkan teman-teman saya yang memilih satu profesi besar, what so called “pahlawan tanpa tanda jasa”..iyah, mereka memilih menjadi…guru.
Cerita sedikit dulu…kemarin, untuk urusan sanlat ramadhan sekolah, dengan ‘terpaksa’ saya meninggalkan kantor kurang lebih 2 jam, mengunjungi seorang guru SMU teman saya di tempatnya mengajar. Kurang lebih sejam kami membahas proposal sanlat itu, dan disela-sela obrolan kami, saya sempat bernostalgia tentang masa-masa SMU saya disitu, membandingkan dengan kondisi dan fasilitas sekarang yang jauuh lebih baik. Guru teman saya itu pun lalu bercerita tentang murid-muridnya. Dengan senyum lebar dan mata berbinar-binar (ga lebay nih
), beliau begitu membanggakan murid-muridnya itu, yang bersemangat belajar Islam (teman saya ini guru agama Islam), yang tidak pernah lagi bolong-bolong solatnya, dan tidak perlu lagi harus dikejar-kejar kayu supaya mau solat. Beliau juga cerita tentang kebanggaannya pada murid-muridnya yang pinter ngaji, aktif di rohis sekolah, tentang minat mereka dan juga tentang kenakalan-kenakalan mereka. Beliau bercerita persis seperti beliau adalah orangtua anak-anak itu sendiri…
Masih di hari yang sama, saya kembali bertemu dengan seorang sahabat saya yang juga seorang guru. Dia mengajar di sekolah dasar. Begitu ketemu, pertama kali yang dia ceritakan ke saya (lebih tepatnya, marah-marah
) adalah tentang murid-muridnya yang mendapat perlakuan tidak adil dari panitia lomba siswa teladan dimana dia ikut mengantar anak-anak itu. Mendengar ceritanya, masyaAllah, sepertinya orangtua anak-anak itu sendiri saja tidak akan mati-matian, sakit hati, sampai menangis seperti itu membela anak-anaknya. Truly, saya sangat sangat tersentuh mendengarnya. Saya merasakan begitu besarnya kecintaannya kepada murid-muridnya, as if they are her own kids! Dan, bukan kali itu saja saya mendengar ceritanya tentang murid-muridnya, tentang sekolahnya, tentang kecintaannya menjadi guru, dengan segala pahit dan getirnya…nah, yg ini baru lebay
Entah kenapa, sejak dulu bahkan sampe skrg mungkin, ga pernah terlintas dalam pikiran saya cita-cita menjadi guru. Selain karena memang sepertinya saya tidak punya bakat mengajar
, mungkin juga karena profesi ini tidak se-bergengsi seperti menjadi dokter, engineer, lawyer, atau anggota legislatif. Ditambah lagi, pekerjaan berat menjadi guru itu, di banyak tempat tidak sebanding dengan apa yang didapatkan secara materi. Barangkali itu sebabny sehingga tidak banyak peminatnya.
Maka, sangat salut lah saya dengan orang-orang yg memilih dan bahkan mencintai profesi ini. Saya tau pasti, bagi mereka para guru itu, kepuasan materi yang diterima tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kebahagiaan melihat keceriaan anak didiknya, mengajarkan hal-hal yang sebelumnya tidak mereka ketahui, bahagia melihat keberhasilan mereka, melihat mereka tumbuh menjadi orang-orang yang lebih baik dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik pula. Tidak pernah mereka mengharapkan balasan dari apa yang sudah mereka berikan, apa yg sudah mereka ajarkan, tidak secuilpun. Asalkan anak didik menjadi baik, bagi mereka itu saja sudah cukup.
This is what I called an unconditional love…dan pasti, Tuhan akan membalas dengan balasan yang jauh lebih baik…amiin.
Terpujilah wahai engkau, ibu bapak guru; namamu akan selalu hidup, dalam sanubariku; sebagai prasasti terima kasihku, tuk pengabdianmu;
Engkau bagai pelita, dalam kegelapan; engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan;
Engkau patriot pahlawan bangsa; tanpa tanda jasa…..
[Fiuh, ternyata sy masih hafal lagu itu...]
Khairunnaas anfa’uhum linnaas August 14, 2009
Posted by yunita01 in SimplyMe.add a comment
Yeap, at least hadits shahih riwayat Bukhari di atas adalah satu pelajaran yang sy dapat di ‘pertemuan’ tadi malam. Pertemuan apa sih? Ada deeh…another future project..mohon doanya
Nway, entah nyambung darimana obrolannya, teman yg hadir di pertemuan semalam lalu menyinggung judul di atas. Sebenarnya yang dia kutip dari acara Golden Ways nya Mario Teguh. Katanya di salah satu show itu, ada seorang audience yang curhat ke pak Mario kalau dia merasa ‘dimanfaatkan’. Berharap mendapat pembelaan, tapi malah pak Mario nya bilang, “..oo bagus itu! bukankah Rasulullah saw berkata bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lain?”..yah, kurang lebih begitulah..maap klo kurang pas, soalny sy ga nonton juga shownya, cuma diceritain semalam
Ketika mendengar itu sy sih cuma ketawa-ketiwi aja, soalny dia juga ceritanya sambil bercanda gitu, ga serius-serius amat. Nanti nyampe rumah baru sy teringat lagi cerita itu. Saya baru nyadar kalau terkadang saya juga merasa seperti audience yg curhat itu. Di beberapa kesempatan, saya merasa pertemanan dan kedekatan saya dengan seseorang itu membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi dia, tapi klo dipikir2 kurang bahkan ga ada manfaatnya buat saya. Honestly, bukan bermaksud ge-er atau ujub ya, tapi kurang lebih, from my point of view, begitulah realitasnya..
Sekali lagi, tanpa bermaksud membanggakan diri, saya adalah orang yang sangat menghargai dan mencintai yang namanya pertemanan dan persahabatan. Untuk seorang teman, saya akan berusaha melakukan apa saja untuk menolong dan memenuhi kebutuhannya. Alhamdulillah Allah memberikan kemampuan lebih yang bisa saya bagi untuk mereka. Nah, disinilah mungkin, terkadang sadar atau tidak, saya ‘dimanfaatkan’.
Kita tentu meyakini apa yang dikatakan oleh Rasulullah saw dalam hadits tersebut tidak mungkin salah. Hanya saja dalam penafsirannya, siapa sebenarnya yang dimaksud Nabiyullah dengan manusia yang paling banyak manfaatnya itu? Apakah mereka yang banyak bersedekah, yang banyak menolong fakir miskin dan anak yatim? Ataukah yang selalu membantu meringankan urusan saudaranya, yang ramah dan berkasih sayang dan yang memaafkan kesalahan orang yang bersalah padanya? Tentu saja, ini semua adalah perbuatan yang banyak manfaatnya untuk orang lain dan juga dicontohkan oleh Baginda Rasul, yang notabene adalah manusia terbaik yang pernah diciptakan Allah di muka bumi. Tapi, apa hanya karena itu maka Nabi disebut sebaik-baik makhluk berdasarkan manfaatnya bagi orang lain?
Jika kita ingin mencontoh Rasulullah teladan kita, maka coba renungkan, manfaat terbesar yang diberikan Rasulullah saw kepada manusia bukanlah pemberian harta benda, sedekah, materi, perlindungan atau pembelaan dari musuh-musuh Islam (walaupun itu semua dengan maksimal sudah diberikan oleh Beliau), tapi sesungguhnya manfaat terbesar yang telah diberikan oleh Rasulullah saw adalah keselamatan di negeri akhirat yang kekal abadi. Rasulullah telah memperkenalkan siapakah Tuhan yang seharusnya disembah oleh manusia. Beliau memperkenalkan agama Islam, satu-satunya jalan menuju keselamatan. Beliau mengabarkan tentang syurga dan neraka sebagai balasan manusia yang hidup di muka bumi untuk segala perbuatan yang telah mereka kerjakan. Rasulullah telah menyempurnakan dan mengajarkan akhlak mulia dan terbaik untuk menjadi contoh bagi seluruh umat manusia.
So, kesimpulannya, jika kita ingin menjadi orang-orang yang terbaik di muka bumi, maka teladanilah Rasulullah saw. Jadilah teman yang senantiasa menginginkan dan mengusahakan keselamatan akhirat bagi teman kita. Perkenalkan kepada orang lain Tuhan yang sebenarnya, dan ajaklah mereka untuk senantiasa menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya. Selamatkan orang lain dari siksa neraka agar kita bersama-sama bisa menikmati kenikmatan abadi di syurga kelak. Selanjutnya, sempurnakan dengan memberi manfaat dunia bagi yang memerlukan, baik itu pertolongan harta, tenaga, pikiran, waktu, dsb.
Sekarang, masih layakkah kita merasa ‘dimanfaatkan’ dan disebut sebaik-baik manusia dengan ’sedikit’ manfaat yang sudah kita berikan? Ataukah ternyata kita hanya manusia-manusia yang terlalu cepat puas dan mudah ge-er?
Wallahu’alam bish shawab. Rabb, ampuni kami…